SELAMAT DATANG

 BLOG? WEBSITE? IT'S VOLTANOTE! WELCOME TO VOLTANOTE 

Selasa, 20 Mei 2014

Just say it called "life"

Hmmm.. Lumayan lama juga gak ngeblog lagi. Biasa lah, manusia. Kadang rajin, kadang males. Dan.. Ternyata project beberapa saat lalu aku ngedeskripsikan semua temen² sekelas di prodi matematika, sempat break cukup lama. Lama banget malah..
Blognya jadi sepi senyap. Kayak kota mati tak berpenghuni. Sarang laba-laba dimana-mana. Debu banjir tak terkira. Maunya sih dijadikan kos-kosan aja nih blog. Lumayan dapat income perbulan. Tapi sayangnya gak ada yang berminat. Huuhf... Yasudahlah. Biarkan blog ini setia menunggu tuannya yang sangat sibuk di dunia nyata. Maklum, pria sejuta karir --> makan, tidur, nonton, jalan-jalan, boker, mainan, ngetouch² touchpad hp, dannn masih banyak lagi. Gak keitung. Apalagi ada job baru nih. Skripsian.
Akhirnya ngerasain juga penderitaan sang maha guru besar yang terkenal sama skripsi abadinya, si bang alit. Smoga aku gak ketularan kayak gitu. Amiiin. Jangan sampe deh. *ngetok² kepala lalu ngetok² meja dengan irama yang sama.

Ya beginilah hidup. Roda kehiupan selalu berputar. Kadang kita berada di atas, kadang di bawah. Atau kadang atas-bawah. Disaat nerima kabar gembira, datang juga kabar sedih berbarengan. Kita gak pernah tau rencana tuhan, tapi kita harus percaya, kalo rencana tuhan itu sebaik-baiknya rencana. Apa yang kita pikir baik, belum tentu terbaik buat kita. Apa yang kita pikir buruk, belum tentu buruk buat kita.

Dann... Just wanna say, kisah pergunjingan teman sekelas belum berakhir. Masih ada beberapa nama yang gak sabar pengen dicemooh. Tapi tunggu aja waktu yang tepat. Kalo gak sekarang, ya nanti. Si volta mengejar cita-cita dulu.
Wait ya...
Salam titik dua bintang :* muach!

Sabtu, 07 September 2013

My Friend: Lutfi Farika

Lutfi farika adalah seorang wanita berkekuatan kuda. Widiiihhh...
Dia lebih tenar dengar nama sapaan "mba ana". Dari manakah asal kata mba ana? ---> jadi begini ceritanya. *ehemm (berdehem sebelum cerita).
Alkisah, pada jaman maba (mahasiswa baru, red) setiap mahasiswa jurusan FKIP MIPA, termasuk dari prodi matematika wajib melaksanakan serangkaian kegiatan praktikum. Termasuk praktikum mata kuliah fisika dasar. Naaaahhhh, salah satu asisten praktikum itu bernama "Ana". Mba ana ini dinilai memiliki beberapa kemiripan dengan lutfi. Mulai dari gerak-geriknya, jenis kelaminnya, gaya jalannya, bentuk mukanya, tekstur kulitnya, bahkan sampe daerah asalnya ternyata sama-sama dari daerah Penajam Paser Utara. It so woooow, amazing! Fantastic! Romantic! Menggelitiik!
Jangan-jangan,lutfi dan mba ana sebenernya orang yang sama?? Inikah yang disebut kamuflase? :D
Maka dari itu, atas dasar kemanusiaan dan demi menjaga perdamaian dunia serta menghapuskan penjajahan, dinobatkanlah lutfi sebagai the next "mba ana".

Lutfi Farika. Kita harus membelalakkan mata hati lebar-lebar saat menilainya. Wanita ini dari segi cover sangat tenang dan gak banyak ngomong. Sungguh terlihat seperti wanita renta yang lemah lunglai tiada daya. Padahal... Jeng Jeeeeeng *efek musik: on* dia ini tipe cewek yang ulet, tangguh, pantang menyerah, gigih, tahan banting, dan masih banyak lagi sifat kokohnya yang gak bisa di deskripsikan satu-satu. Dia ini juga gampang move on sepertinya. So, jikalau semua orang di seluruh dunia, khususnya para cewek punya sifat yang sama kayak lutfi, niscaya pabrik tisu bakalan bangkrut seketika! Dia gak perlu tisu, apalagi buat ngelap air mata yang membanjiri lingkungan sekitar cuma karena nangisin cowok! waww.. Ndak musim banget melow galow cikidaow. Sayang banget duitnya kalo cuma buat dibeliin tisu yang ujung-ujungnya bakalan di cocol-cocol ke mata yang basah. Ckckck..

Yuk.. 'Kem on' kita sidak bukti-bukti mengenai ketangguhan dan kegigihan seorang lutfi. Cewek ini jalannya sedikit ngangkang, gak kayak cewek-cewek pada umumnya yang butuh waktu setahun penuh cuma buat menempuh jarak beberapa meter doang. Mungkin, kalo rok bisa ngomong, roknya bakalan ngejerit-jerit histeris karena berasa nyaris robek tiap lutfi ngelangkahin kaki. Tapi, bagaimanapun, gaya jalan kayak gini sangat efektif untuk mengefisienkan waktu sebaik-baiknya. Langkahnya gesit, penuh semangat. Yap! Itulah langkah kaki lutfi.
Next, dia ini sungguh wanita sederhana yang apa adanya. Say no to jaim. Inilah letak keunikan lutfi. Kalo cewek lain misalnya lagi makan bareng ful-fullan banget jaimnya (biasanya makan bersendok centong dan berpiring tampah. Tapi kalo lagi barengan makannya jadi sebutir demi sebutir, dan porsinya menurun drastis layaknya terkena serangan lambung kisut), lutfi gak perlu jaim buat hal-hal yang begituan. Laper ya makan aja seperti biasa. Kurang ya nambah, bahkan kalo ada temen-temen berperut mini (sebut saja Nisa) yang selalu makan gak habis, lutfi siap menyingkirkan kemubadziran dari meja mereka! Woww... Salut banget!!!!!! (*,*)

Keberaniannya tertuang pada aktivitasnya yang padat. Entahlah, apakah ada istilah capek dalam kamusnya. Bahkan, lutfi pernah dimintai tolong nemenin kenalannya (seorang ibu-ibu) buat ngejaga rumahnya saat si suami ibu itu sedang tugas dan gak pulang. Ini bukti banget kan, ibu-ibu aja percaya lutfi loh.. Ya ampun, tenar banget kayaknya mba ana satu ini.

Masalah ngendarain motor, jangan ditanya. Sepertinya lutfi adalah sosok valentino rosi wanita. Amor geeelaaa.. Sebut saja dia valentina rossa deh. :D
Komeng di iklan-iklan motor jupiter aja sepertinya kalah laju sama lutfi. Nah, ngendarain motor dengan kecepatan tinggi ini bukan tanpa resiko loh. Lutfi aja pernah jatuh beberapa kali. Mulai dari sekedar lecet, keseleo, sampe punya bekas luka permanen pernah dialaminya. Tapi lutfi ga pernah trauma, kapok, arau jera. Dia selalu bangkit lagi, bangkit lagi, meskipun jatuh berulang-ulang. Pantang menyerah! Sungguh mengharukan kisahmu ini mba ana T.T
Nah, sakit fisik aja dia mampu ngadepin, apalagi sakit yang gak terlihat.. Pasti dia juga bisa lah... Ya kan mba ana?? Hehehe..

Then, kalo masalah asmara, aku gak mau ngebahas ahhh. Biar aja jadi rahasia pribadi mba ana yang kita semua gak perlu tau. Atauuu ada yang mau disebutkan namanya dan terlibat dalam kisah hidup "love story" mba ana??? Hahahahhaaaaa.. :D

My Friend: Susi

Mendengar nama Susi Susanti, pasti pikiran kebanyakan orang langsung terkoneksi sama pemain buku tangkis wanita jaman dulu. Tapi sumpah, kali ini aku bukan mau ngebahas masalah si pemain bulu tangkis itu. Susi Susanti yang ini "pure" teman sekelasku. Salah satu member dari Salamah and the gank. Dia belum pernah menikah dengan Alan Budi Kusuma apalagi beranak tiga. Dia ini masih berstatus mahasiswa yang Insya Allah sebentar lagi Sarjana.

Okey, sama seperti salamah, Susi ini gak banyak melakukan gerakan yang mencolok di kelas. Jadi yaa susah banget nyari hal-hal unik yang bisa diceritain dari susi. Kalo salamah yang seanteng itu aja masih ada celah buat diceritakan, nah.. Susi ini sama sekali gak ada celahnya. Setan kalah kali ini karena dia gak bisa menjerumuskan wanita ini. Hahaha!! Mungkin susi ini rajin solat tahajud kali yaa memohon supaya dihindarkan dari cerita-cerita yang membahagiakan orang lain. Hehehe..

Tapi, kalo diperkuliahan mungkin paling aman jadi susi. Auranya tersembunyi seperti kuburan mati. Dia ada, tapi tak bersuara. Dia gak ada juga tak bersuara (iyalaah..), jadi waktu wanita2 tenar lagi gemetar takut di panggil sama dosen killer buat ngerjain tugas, Susi mah nyantai aja, duduk manis kayak di sofa. Salah satu wanita tenar yang pernah jadi korban dosen yang tak perlu disebutkan namanya itu adalah nita. Dia pernah mengalami pahitnya terusir dari kelas sendiri gara2 blank, ilmunya terserap ketakutan sama pengajar tercinta itu. Sudahlah. Lupakan..

Susi ini masih bisa diajak berkomunikasi. Dia gak salah tingkah seperti salamah kalo ngerespon jawaban2 yang ditanyakan ke dia. Oiya. Satu lagi, susi itu suka senyum tersipu2. Gak tau deh apa maksud senyumnya. Mungkin aja bahagia, mungkin aja sedih, atau mungkin nahan boker?? Entahlah...

My Friend: Yunita A.

Nah kalo Yunita yang satu ini bukan cuma sekedar Yunita. Dia adalah Yunita anggraeni sari. Salah satu punggawa Salamah and the gank juga. Sama seperti sahabat dekatnya yang lain, Yunita juga sulit diendus keberadaannya. Hmmm.. kayaknya sih emang perkumpulannya ini isinya para wanita yang minim suara. mereka gak ada yang selincah marda soalnya..

Tapi sekali lagi, justru orang² yang seperti inilah yang aman kehidupannya. jauh dari telunjuk dosen, apalagi gunjingan para gunjingers.. hahahaha hidup mereka sepertinya tentram dan damai kayak disurga. Mungkin, gak pernah terjadi yang namanya perang dunia di perkumpulannya. Citra bahwa wanita bermulut seribu kayaknya berhasil mereka tepis deh. hmm yayaya.. tapi tetep aja ya, sebagai orang yang ilmiah dan berpikir kritis, kita juga bakal penasaran dong kira² kalo yunita dkk ini lagi ngumpul yang dia gosipkan apa ya?? hehehe

Aku gak mau cerita banyak tentang yunita, yang pasti berdasarkan penelusuranku dia ini wanita jawa yang etnic banget dah.. Bahkan kalo lagi nelpon ngomongnya pake bahasa jawa yang medhok gitu. Dari segi penampilan, Yunita adalah sosok wanita sederhana yang sangat simpel dan syar'i. Rasanya belum pernah aku liat dia ke kampus pake celana. Dia selalu pake baju gamis panjang, dilapisi manset panjang di dalamnya, plus jilbab yang juga panjang sampe menutupi tubuhnya. mungkin orang yang kayak gini udah pantes menyandang predikat feminim.
Selain itu, kalo dia bicara, suaranya tuh pelaaan banget. Butuh konsentrasi tinggi dan alat bantu dengar supaya kita bisa dengar dengan jelas. yaa mirip² suaranya yesika kalo pas lagi presentasi lah ya. tapi ini memang suara alaminya. bukan karena lagi radang tenggorokan atau kena ISPA.

Kalo dirunut kebelakang, aku gak inget juga sih kapan mulai kenal dia. Dulu itu, duluuu banget waktu jamannya masih ada Nisa Aridha dan Widia (selanjutnya mereka pindah prodi) aku termasuk salah satu orang yang susah ngebedain mana mukanya susi, mana mukanya widia, mana mukanya yunita. mereka kayak kembar tiga gitu perasaanku. tapi setelah widia pindah prodi, Alhamdulillah lah ya.. PR buat ngebedain mukanya yunita sama widia udab gak perlu dikerjakan lagi. pokoknya kalo liat cewek kurus tinggi, mukanya kecil agak panjang, panggil aja yunita. kalo dia noleh, berarti bener.. hahaha

Oiya, hal yang boleh terlupakan nih, Yunita ini salah satu pelanggan setia kepiting saos "Bang Ipoel". Jadi, kepiting saos ini diproduksinya di Balikpapan. Ini adalah usaha mas ku dalam bisnis kulinernya. Jadi, dulu itu tiap aku mau balik ke Samarinda, aku selalu nawarin buat temen² yang mau pesen kepiting saos dr Balikpapan dengan harga murah meriah gitu.. daan Yunita ini salah satu temen yang lumayan sering order.. Happy lunch or Dinner sist.. ditunggu next ordernya :-)
buat yang berminat sama cateringnya bang  ipoel bisa banget loh invite pin bbm nya nih: 7FB60961 atau call 081346464422.
huahuahuaaa #SekalianIklanTerselubung

My Friend: Salamah

Hmm... Dilihat dari namanya yang hanya satu kata sepertinya dia adalah gadis yang sederhana. :-) Dan memang begitulah adanya. Salamah juga merupakan bagian dari kehidupan kelas matematika pagi 2010. Namanya memang hanya 1 kata, tapi dia harus bersyukur karena meskipun cuma 1 kata, namanya ini agak lebih panjang dari namanya "nita" yang hanya terbentuk dari 4 huruf. 2 konsonan, dan 2 vokal.
Sampe saat ini aku belum menemukan nama panggilan singkat buat salamah. Entahlah di rumah dia biasa dipanggil apa. "Sal", "amah", "sala", atau "lamah"? I don't know.. Soalnya kalo diinget2 sih rasanya temen-temen yang lain juga manggil namanya secara lengkap.

Okay, cukup sekian ngebahas namanya. Ada yang bilang apalah arti sebuah nama. Padalan ya... berarti banget keul (singkatan dari keleus). Seperti filosofi dari nama salamah itu juga pasti ada artinya. Mungkin gak sih kalo arti dari salamah itu adalah "saya selalu ramah" hehe.. *Nyengir kuda*
Tapi begitulah sekilas gambaran dari seorang salamah. Salamah adalah gadis yang ramah, tak pernah marah ataupun gelisah (maybe).

Salamah bukanlah rangakaian lirik lagu yang selalu dikumandangkan saat perayaan ulang tahun. Tapi, kalo salamah yang ulang tahun keren juga sih kalo dinyanyiin gini:
Syalllammahh ulang tahun kami ucapkan..
Syalllammahh panjang umur kita kan doakan..
Syalllammahh sejahtera sehat sentosa
Syalllammahh panjang umur dan bahagia.. 🎉🎉🎉

Mencari titik terkotor dalam hidup salamah itu tantangan terberat di dunia ini. Lebih berat dari ngegendong gajah yang hamil kembar 10. (^.^"!)>
Tapi yaa memang begitu adanya. Dia selalu berperilaku yang tak mengundang hujatan. Wakakkakaaka..
Biarpun begitu, yang namanya setan itu ya adaaa aja caranya menjerumuskan wanita belia yang masih polos dan suci tanpa dosa ini. Dalam suatu kesempatan, aku lupa itu mata kuliah apa yang pasti ada presentasi. Suatu ketika giliran kelompok salamah yang presentasi. Pas dibuka sesi tanya jawab, salamah ngerespon jawaban itu pake campuran bahasa daerah (Banjar) dgn Bahasa Indonesia. Ini kan forumnya formal yah.. Tapi dia ngejawab pertanyaannya pake kata "lah" yang khas banget loga Banjarnya. Jadi sekelasan gaduh lah tengakak-ngakak.. Kasiannya salamah. Dia kan jadi salah tingkah dan maluu... Ndak tega aku ngeliatnya. Aku aja sampe ngakak juga *rofl*

Ngomongin masalah salah tingkah, kalo aku liat sih sepertinya memang Salamah ini gadis yang pemalu pake binggow. Rasanya cuma teman satu geng nya yang ngerti bagaimana dirinya sesungguhnya dan bagaimana cara dia berkomunikasi (resti, susi, yunita A. Itu teman se-geng nya). Yang jelas, beberapa kali aku mencoba berkomunikasi dengan dia melalui media lisan tanpa dupa dan kemenyan, salamah selalu salah tingkah. Rasanya emang setiap dia ngerespon lawan bicanya emang suka gitu deh. Jadi kayak gelabakan sendiri ngejawabnya. Ekspresinya seperti semacam ke gap lagi ngupil sembarangan. Padahal dia gak lagi ngupil. Nih contohnya.
Aku: "Salamah, dari mana??"
Dia: (tubuhnya bergetar hebat dari bahu sampe jari kaki seperti lagi menahan hasrat untuk goyang gergaji) "ehh... Anu... Itu.. Apa.. Ssst.. Dari kantin... (Ngomongnya dengan suara yang rada bingung bercampur mendesah2 kecil karena panik)"
Tapi yaa begitulah dirinya. Maapkan aku salamah.. (T.T)

Salamah yang selugu dan unik itu aja bisa loh jadi pusat perhatian, apalagi yang pecicilan2 dikelas ya kan.. Hehehe (^.^")>
Bahkan, salah satu dosaku sama dia kalo nyebut nama salamah bukannya cuma "salamah" tapi malah jadi "salammmuaach" dan istilah "Salammmuacch" (pake emot kiss kiss dan emot bibir) juga sempat jadi grup pribadi buat ngobrolin everything antara aku, dwi, dan yesika. Hehehe
Salam maap dari kita yaa salamah.. :-) kan masih hangat nih Idul Fitrinya. Hehe.. Mohon maaf lahir batin.
Note: Ini minta maapnya tulus loh*

My Friend: Resti A.

Next, mari kita telaah seorang resti. Aku lupa nama sebenarnya tuh ."resti anggraeni" atau "resti anggreani". Kayaknya resti anggreani deh. (^,^")>
Well.. Melihat sosok resti sekilas tak ada sesuatu yg istimewa. Tapi taukah anda bahwa wanita ini juga termasuk dalam kategori slaah satu wanitategar di kelas??? Ya! Begitulah.
Mengenal resti tentunya juga suatu anugerah karena kita jadi nambah referensi sifat-sifat unik manusia. Dari segi pelafalan namaku, resti ini termasuk bagian dari segelintir orang yang menyapaku dengan sebutan "lihin", bukan "sol". Itu prestasi tersendiri looh. Apalagi resti yang manggil. Berasa kayak ada manis-manisnya gitu. Why? Soalnya dia kalo nyebutin nama orang gak pernah histeris kayak kesurupan. Selalu terdengar lembut aja gitu yah...

Oke. Udah dulu bermanis-manisnya. Mari kita lanjutkan ke tahap eksekusi. Awalnya, mengorek2 sisi lain dari resti atau yang lebih enak di sebut "aib"nya itu susah banget. Resti gak begitu berkelakuan mencolok di kelas. Dia terlihat normal seperti anak yang lainnya. Tapi itu semua gak bertahan lama sampe aku menyaksikan langsung sesuatu terjadi padanya. Hahaha!!!
Pada dasarnya cewek pake rok itu wajar kan. Resti juga berada dalam jajaran cewek-cewek wajar yang selalu pake rok ke kampusnya (eh kampusku juga sih itu). 😅 pakai rok di fakultas kami itu kewajiban setiap wanita. Nah, suatu ketika pas ada acara astramatika (ajang olimpiade matematika tingkat provinsi gawean kampus) angkatan kami sempat tuh jadi panitia. Saat acara selesai, di dekat gedung tempat acara di gelar aku ngeliat resti celingukan dan mencoba menepi ke pinggiran gedung. Karena aku kepo juga kan, jadi aku penasaran ku datangin lah dia. Maksudnya sih cuma mau tanya apa yang terjadi atau dia lagi cari apa. Semakin aku mendekat, resti mulai menghilang di balik pot tanaman yang tanamannya cukup lah buat ngelindungin tubuhnya. Tapi, alangkah terkejutnya aku. Tiba-tiba resti buka rok di balik pot itu!!! Jangan ngeres dulu ah! Lanjutin certanya yaa...
Aku sudah terlanjur negatif thinking bercampur salting waktu itu.
"Resti buka rok? Kebelet pipis kah dia? Emang toilet lagi penuh? Aduh, ada yang liat aku gak ya? Ntar aku dikirain ngintipin dia lagi?"
Tapi ternyata... Tadaaaa!!! Dibalik roknya yang anggun dia memakai celana jeans. Dan begitulah siklus kehidupan resti. Dia memang sudah mempersiapkan diri pake celana jeans dibalik roknya. Jadi, Kalo kegiatan kampus sudah kelar. Dia memang punya ritual memojokkan diri. Dan... Pulanglah dia dalam keadaan apke celana. Ckckck.. Resti.. Pergi pake rok. Pulang pake jeans. (-____-")

Daan keunikannya gak cuma berenti sampe disitu. Serupa sama lutfi, reati ini kalo naik motor juga berasa di sirkuit balapan. Apalagi jarak rumahnya ke kampus bisa dibilang lumayan jauh lah yaa.. Pernah suatu ketika, dia hampir telat kuliah pagi. Menurut pengakuannya, pas lagi on the way eeh ternyata di depannya ini ada dosen yang bakalan masuk ke kelas kita. Dosen ini juga lumayan disegani. Dan daktinya resti, dia berani banget ngebut2 menyalip dosen itu supaya dia nyampe kampus duluan dan gak telat. Ya ampun rest, untung dosennya ga nyadar ya kalo itu kamu. (^,^)

Satu lagi. Kayaknya resti ini cocok deh jadi peternak. Sepertinya dia hobi ayam, sampe2 di akun instagramnya aja di upload poto2 anak ayam piaraannya.. Followernya kan jadi geli2 gimanaa gitu kalo ngeliat ada poto ayam di postingan. Khususnya aku sih. Hehehe... Trus poto ayamnya dikasi caption yang imut2 gitu kayak misalnya: "simi ku..." --> simi itu nama anak ayam yang dipelihara resti. Hmmmh.. Dasar wanita ayam. Wakakakka


Rabu, 07 Agustus 2013

My friend: Mariyana

Namanya MARIYANA, bukan MARIANA. Ini tertuang jelas pada nama fesbuknya waktu jaman alay-alaynya nama-nama alay dalam bersocmed beredar.
"Aq Mariyana bukan Mariana", begitulah nama fesbuknya jaman dulu. Alhamdulillah, sekarang dia sudah tobat nasuha dalam menggunakan nama fesbuk. Hahhhaaa...

Gak banyak yang bisa ku ceritakan dari mariyana, tapi lumayan banyak lah.. Hehehe
(^,^")>
Awal perkuliahan, entah gimana ceritanya aku lupa. Aku jadi kenal sama mariyana, layaknya teman-teman biasa. Sekilas tak ada kesamaan diantara aku dan dia. Aku cowok, dia cewek. Aku fakir daging (baca: diet sukses), mariyana bergelimang daging. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata aku dan mariyana memang beda. *yaiyalah.. Bukan sodara kandung, gada hubungan darah juga. Hahaha

Menurut kitab legenda kuno yang ditemukan di tepi sungai karang mumus, mariyana terlahir dengan nama lain: "Barbara Santa Alicia des Mortalio Frida Descrates Amigos Maria Yana". Tapi karena keterbatasan karaketer dalam menulis di twitter, dan petugas penulis nama di akta kelahiran yang gak mau repot maka diputuskan kalo namanya cukup "Mariyana" Saja. MudAh dicaRI, nama YAng pnuh makNA. *ini cuma fiksi kok, serius amat.. :D #ampunMar

Awal perkuliahan, mariyana sudah dapat hidayah. Dia berusaha menjaga wudhunya. Meski gosip tentang "kentut pembatal wudhu" mariyana sudah santer terdengar, tapi mariyana tetap kekeuh mempertahankan wudhunya supaya gak batal. Kasian mariyana, sudah mukanya sampe ungu-ungu pink nahan kentut supaya wudhunya gak batal, ehhhh dengan wajah innocent yang ku punya, dengan segala aura "angel" yang ku miliki, selaluuu saja aku yg menjadi pembatal wudhunya. Caranya? Jangan berpikiran aneh-aneh dulu. Aku ga kentut di hidungnya ataupun mentransfer sebagian gas sisa ku ke dia kok. Aku cuma ngobrol bareng mariyana, dan tanpa sengaja secara berkala tepegang tangannya deh. (-__-"!)>

Trus aku selalu tersadar kalo itu ngebatalin wudhunya waktu sudah terjadi. Ya maklum lah.. Biasa kalo gak nepok2 orang yang diajak ngobrol, mana berasa real kisah obrolannya.. T.T nistanya aku sebagai pria pembatal wudhu..

Aku dan mariyana sempat juga nih kurang kerjaan, berpetualang disore hari sepulang kuliah. Eits! Kita gak cuma berdua. Aku sama Dwi, dan Mariyana sama Lita. Kita berempat jadi bolang menuju air terjun berambai. Padahal lokasinya dimana aja kita belum tau sama sekali. Berbekal mata hati yang masih suci, dan setelah menempuh perjalanan yang bikin pantat orang-orang semok menjadi tepos, maka tibalah kita di lokasi air terjunnya. Ternyata ini bukan tempat wisata. Belum dikelola sama sekali. Kita malah berasa kayak anak pramuka tersesat yang pengen kemah tapi gak tau ini lagi dimana. Belum dikelola jadi tempat wisata, bukan berarti gratis loh. Ternyata kita mesti bayar parkir di depan rumah orang sebesar 5ribu rupiah untuk 1 motor. Dari lokasi kita berdiri ini, sudah mulai terdengar gemericik air yang menanggil-manggil untuk didatangi. Gak lupa, prosesi sakral berupa foto bersama juga kita lakukan. And, you know? Cuma di sini kamu bisa ngeliat secara live mariyana yang terpelanting di atas batuan sungai. "gdebhuuk..." bgitulah bunyinya, dan sosok mariyana pun sudah terlentang di atas batuan itu. Hahhahaa... Batu-batunya memang berlumut sih, wajar kalo licin.

Kisah hidup mariyana juga gak selalu diwarnai pelangi seperti di film-film barbie. Dia pernah dibuang di sebuah gunung menuju rumah happy. Ini merupakan pengakuan tersangka secara live. Sebut saja Enyta (nama samaran, wanita 20th). Dia bertubuh kecil, lebih kecil dari mariyana. Waktu itu mereka berencana ngerjakan tugas ke rumah happy. #FYI untuk menuju rumah happy, harus melewati jalan rusak berbatu dan ada jalan rusak di tanjakannya. Enyta yang memang kecil ngebonceng mariyana dengan motornya. Nah! Saat di tanjakan itu, dengan kondisi jalan yang rusak, enyta merasa lelah tak berdaya. Tak sanggup mengimbangi motor dalam keadaan membawa penumpang sejenis mariyana. Maka, menurut pengakuannya "dari pada kita jatoh smua, mending mariyana aja yang kubuang". Yaolohh enyt... Jahatnya eh. :D

Tanpa memperhatikan kondisi tepi jalan yang merupakan jurang, enyta memiringkan sdikit motornya ke arah kiri, dengan tujuan supaya mariyana "mblorot" (waktu itu posisi duduknya menyamping). Jadi motor dan enytanya ga ikutan jatoh deh.
Dan... Gunung tempat pembuangan mariyana tersebut menurut leenda kini dikenal dengan nama "Santa Barbara Mountain" :D

Pesan buat mariyana: Ketok aja si enyt nya mar... Hahahaha #kompor

Pada dasarnya mariyana ini baik sih, tapi cuma dia yang bisa melakukan seni melipat bibir dan wajah sekaligus, dengan sudut surut 45derajat. Sangat sempurna untuk membentuk wajah sinis yang diinginkan, sesuai dengan selera masing-masing. Kadang, mariyana ini memang suka nda enak sih nada ngomongnya. Kayak sinis-sinis gituh. Mungkin lagi kesambet aja kali ya, kan nda setiap ngomong sih kayak gitu. Ahahahahaaa..
Biarpun gitu, dengan kegigihan dan keuletan yang dimilikinya mariyana mampu menjadi asisten di 3G (mata kuliah geometri). Mulai dari geometri datar dan ruang, geometri transformasi, sampe geometri deskriptif diladeninnya. Ckckck dasar otot besi. Dengan menjadi asisten praktikum ini, maka resmilah seorang mariyana menjadi wanita terempong dan tersibuk semester kemarin (baca semester: 6). Sekian dan terima kasih. *pukul gong, nyalakan kembang api. #lalu_kampus_kebakaran :D